
Outing Class merupakan Kegiatan belajar mengajar yang diadakan di luar kelas yang tidak dilakukan di dalam kelas pada umumnya, Outing Class ini merupakan media yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan dari teori saja tapi juga pembuktian di lapangan secara langsung.
Kegiatan ini mempunyai tujuan agar agar peserta didik mampu mengeluarkan ide-ide kreatifnya mengenalkan berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih kreatif. Metode pembelajaran outing class mencakup beberapa karakteristik, di antaranya keterampilan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, serta keterampilan perilaku dan motorik. Outing class idealnya dilakukan secara berkala setiap semester, namun tergantung pada kebijakan sekolah masing-masing
Berikut ini beberapa manfaat kegiatan outing class:
1. Menambah Pengetahuan
Outing class dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, siswa jadi lebih memahami materi pelajaran karena melihat contohnya secara langsung. Contohnya outing class ke kebun raya untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan tropis.
2. Menumbuhkan Potensi Siswa
Kegiatan pembelajaran di luar ruangan juga bisa mengembangkan keterampilan dan potensi siswa. Saat outing class, siswa akan mencoba berbagai kegiatan dan keterampilan baru yang mungkin tidak diajarkan di sekolah. Sebagai contoh, outing class ke pengrajin rotan, pandai besi, atau teater musik dan tari.
3. Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Outing class biasanya akan membuat anak didik lebih berani mengekspresikan dirinya. Saat siswa percaya diri, segala potensi, keterampilan, dan bakat yang dimiliki akan lebih menonjol.
4. Melatih Kemandirian
Pembelajaran outing class juga dapat membuat siswa lebih mandiri. Berbeda dari pembelajaran di kelas, siswa bisa mencari tahu topik yang ingin dipelajari secara mandiri dengan observasi atau bertanya kepada ahlinya.
5. Menumbuhkan Empati
Selama outing class, siswa akan bertemu dengan banyak orang dari latar belakang budaya, agama, dan status sosial yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan empati peserta didik sehingga bisa menghargai dan menghormati orang lain.
Bagikan: